Kalimantan Selatan - Perekonomian

Perekonomian Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2013 mengalami peningkatan dari 4,77% (yoy) menjadi 5,40% (yoy). Dari sisi permintaan, sumber peningkatan terutama dari membaiknya ekspor dan berkurangnya impor. Dari sisi penawaran, peningkatan kinerja sektor unggulan seperti sektor pertambangan dan sektor industri pengolahan mendorong peningkatan ekonomi di triwulan ini. Untuk keseluruhan tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sebesar 5,18% (yoy), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,72% (yoy). Perlambatan tersebut disebabkan melemahnya permintaan dan harga komoditas di pasar ekspor, khususnya batubara, CPO dan karet.

Membaiknya kinerja ekspor dan berkurangnya impor mendorong peningkatan perekonomian di Kalimantan Selatan. Mulai meningkatnya permintaan komoditas utama ekspor dan membaiknya harga komoditas internasional menjadi faktor yang meningkatkan ekspor Kalimantan Selatan. Selain itu, aktivitas impor yang melambat karena depresiasi nilai tukar rupiah yang semakin tinggi juga menyebabkan peningkatan pertumbuhan ekonomi di triwulan IV-2013.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga masih tumbuh tinggi meskipun lebih rendah daripada triwulan sebelumnya. Dari sisi penawaran, peningkatan pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan, terutama disebabkan oleh meningkatnya kinerja sektor utama, yaitu sektor pertambangan, sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan, hotel dan restoran (PHR). Harga batubara yang mulai meningkat mendorong perbaikan kinerja pertambangan batubara. Sementara itu, sektor industri pengolahan turut meningkat karena pasokan kelapa sawit yang mulai stabil.
Tekanan inflasi Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2013 lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Laju inflasi tahunan pada triwulan IV dilaporan melambat menjadi 6,98% (yoy). Angka tersebut berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 8,38% (yoy). Menurunnya laju inflasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan tekanan inflasi kelompok volatile food seiring normalnya permintaan masyarakat paska faktor musiman di triwulan sebelumnya dan terjaganya pasokan komoditas pangan strategis dari daerah pemasok. Disisi lain, terjadi peningkatan tekanan inflasi kelompok administered price yang didorong oleh peningkatan harga bahan bakar rumah tangga (LPG 3kg) dan peningkatan tarif tenaga listrik (TTL). Sedangkan untuk kelompok inflasi inti relatif stabil dengan adanya potensi tekanan dari peningkatan ekspektasi masyarakat dan rencana penyesuaian harga oleh produsen yang belum terealisasikan pada tahun 2013.

Berbagai indikator utama kinerja perbankan di Kalimantan Selatan pada triwulan IV-2013 memperlihatkan perlambatan. Pertumbuhan aset perbankan mencapai 10,79% (yoy), lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 13,57% (yoy).

Sementara itu, dana masyarakat yang dihimpun oleh bank umum Kalimantan Selatan mencapai Rp36,2 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 10,52% (yoy). Perlambatan terjadi pada simpanan jenis giro seiring dengan mulai berjalannya proyek-proyek investasi baik oleh pemerintah maupun swasta. Namun, seiring dengan peningkatan bunga simpanan, terjadi peningkatan deposito pada triwulan IV-2013. Kredit yang disalurkan seluruh bank umum ke wilayah Kalimantan Selatan (lokasi proyek) pada triwulan IV-2013 mencapai Rp 42,76 triliun atau tumbuh sebesar 17,28% (yoy), juga lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 24,77% (yoy).
Perekonomian Kalimantan Selatan diperkirakan akan sesuai dengan pola historisnya melambat pada triwulan I-2014 berada dalam kisaran 5,1% - 5,5% (yoy). Dari sisi eksternal, perekonomian dunia pada periode mendatang diperkirakan masih dapat tumbuh meski diwarnai dengan risiko pelemahan yang tinggi. Adapun untuk sepanjang tahun 2014, perekonomian Kalimantan Selatan diperkirakan tumbuh meningkat pada kisaran 5,2%-5,6% (yoy).

English:

South Kalimantan economy in the fourth quarter 2013 increased from 4.77% (yoy) to 5.40% (yoy). On the demand side, the source of increasing mainly from the improvement in exports and reduced imports. From the supply side, increase in the performance of leading sectors such as mining and manufacturing sector encouraged economic improvement in this quarter. For the whole year of 2013, economic growth in South Kalimantan amounted 5.18% (yoy), lower than previous year which reached 5.72% (yoy). The deceleration caused by the weak of demand and commodity prices in the export market, particularly coal, crude palm oil and rubber.

Improvement export performance and reducing imports encourage the increasing of economy in South Kalimantan. Started increasing demand for primary commodities exports and rising price of international commodity are also factors that increase exports of South Kalimantan. In addition, import activity decelerated due to the depreciation of the exchange rate also led to higher economic growth in the fourth quarter of 2013. 

On the other side, household consumption still grow high, although lower than the previous quarter. From the supply side, increasing of South Kalimantan economic growth, mainly due to the improvement performance of the main sectors, ie mining, processing industry and trading, hotel and restaurant. Coal prices that began to increase pushing the improvement performance of coal mining. Meanwhile, the manufacturing sector is increasing because the supply of palm oil is began to stabilize.

South Kalimantan inflation pressure in the fourth quarter of 2013 was lower than the previous quarter. The annual inflation rate in the fourth quarter reported decelerated to be 6.98% (yoy). The figure is below than national inflation rate amounted 8.38% (yoy). Reduction in the rate of inflation was mainly influenced by the decrease of inflation pressure in volatile foods as public demand became normally after seasonal factors in the previous quarter and stable supply of strategic foodstuff from supplier regions. On the other hand, an increase in inflation pressure of administered price is driven by increase in the price of household fuel (LPG 3kg) and electricity tariff. While for the group of core inflation is relatively stable with potential pressure from increased of public expectations and price adjustment plan by the manufacturer that has not been realized in 2013.

Various main indicators of banking performance in South Kalimantan in the fourth quarter 2013 showed deceleration. The growth of banking assets reached 10.79% (yoy), lower than the growth in the previous quarter amounted 13.57% (yoy). Meanwhile, people’s fund accumulated by commercial banks in South Kalimantan reached Rp36,2 trillion or grew 7.1% (yoy), lower than the previous quarter which is recorded at 10.52% (yoy). Deceleration occurs in giro deposit types along with the start of investment projects by both government and private. However, along with an increase in deposit rates, an increase in deposits in the fourth quarter of 2013. Credit distributed by all commercial banks to the region of South Kalimantan (project site) in the fourth quarter of 2013 reached Rp 42.76 trillion or grew by 17.28% (yoy), also lower than the previous quarter which recorded a growth of 24.77% (yoy).

South Kalimantan economy is expected to be in accordance with the historical trend decelerated in the first quarter of 2014 in the range of 5.1% - 5.5% (yoy). On the external side, the world economy in the coming period is still expected to grow even though tinged with a high risk of weakening. As for the whole year 2014, South Kalimantan economy expected to grow increase in the range of 5.2% -5.6% (yoy).


Galeri

lpg

money

Data Potensi

Provinsi Kalimantan Selatan

Link Terkait



Link PDKPM


Buku Tamu

@Anggit Septiawan

Semoga BKPM Kalsel menciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya untuk mengurangi angka pengangguran.

@JimmiXzSw

e3h63i http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

T1LSos http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

ACTBD1 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

GmWWEf http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

NQTiMu http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

nMEUb1 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@Muhammad noor

Ulun pambakal desa sungai rangas tengah kec.martapura barat kab.banjar kalsel Desa uln telah menjadwalkan utk thn 2017 ini beberapa event/pestifal di

@nasrul

bisa dikirmin data statistik nya

@abi safari rahman

assalam mualaikum. saya mau tanya. bagaimana cara mendapatkan bantuan modal untuk petani kecil yang menanam jenis sayuran (seperti saya ini)?? sebab

@muhammad hanif

Bagaimana cara meminta bantuan modal bagi peternakan lele di kotabaru.? Terimakasih.

@BRENDA ELLYSE SANGARI

untuk daftar perusahaan karet yang ada di alimantan selatan ditambah 1 lagi, bertempat di batulicin kabupaten tanah bumbu. PT. Nusantara Batulicin pe

@H.bahrianor

Promosi kan terus potensi kalsel yang ada guna meningkatkan arus investasi dimasa yang akan datang selalu mendapat peningkatan

@M. Alpian Noor

Mudah-mudahan BKPMD menjadi Badan yang terbaik di Kalsel & menjadi contoh bagi Provinsi lain ^^

@Baihaqi

tolong informasikan berita terbaru

@Ferie Nunci

Semoga BKPMD mampu menjadi badan yang dapat menarik para investor untuk ber investasi di banua tercinta Kalimantan Selatan... :)

@nduaksan

welcome


Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Selatan ©2015