Potensi Perikanan

Salah satu sektor andalan Provinsi Kalimantan Selatan adalah sektor perikanan dan kelautan. Potensi perikanan Kalimantan Selatan meliputi garis pantai sepanjang 1.330 km, perairan umum 1.000.000 ha, kolam 2.400 ha, tambak 53.382 ha dan minapadi/sawah 3.752 ha. Produksi perikanan Kalimantan Selatan tahun 2013 sebesar 339.437, 3 ton, yang terdiri dari perikanan tangkap sebesar 241.704,2 ton dan perikanan budidaya sebesar 97.733,1 ton. Produksi perikanan tangkap di laut memberikan kontribusi terbesar bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan.
Hasil produksi perikanan Kalimantan Selatan secara umum masih banyak diserap untuk kebutuhan domestik sehingga menyebabkan usaha pemasaran ekspor hasil perikanan masih belum berkembang secara baik. Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produksi perikanan dengan berbagai cara, seperti memberikan pelatihan dan tata cara penangkapan ikan dengan metode yang ramah lingkungan, memberikan bantuan berupa kapal penangkap ikan, meningkatkan   infrastruktur dan pembangunan sarana pengolahan hasil laut, sehingga hasil yang diperoleh bukan hanya sebagai bahan baku tetapi sudah menjadi produk olahan.

A. PERIKANAN TANGKAP
1. Penangkapan di Laut
Produksi perikanan tangkap yang dihasilkan dari penangkapan di laut tahun 2013 sebesar 176.691,4 ton. Penangkapan ikan di laut hanya dilakukan di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan yang terbesar berada di Kabupaten Kotabaru. Adapun jenis ikan yang ditangkap, seperti cumi-cumi, kepiting, udang windu, kakap, kerapu, manyung, dll.

2. Penangkapan di Perairan Umum
Hasil tangkapan di perairan umum (meliputi sungai, danau, waduk, rawa dan saluran irigasi teknis) diperoleh beberapa jenis ikan seperti betok, gabus, nila, mas, baung, lele, sepat rawa, sepat siam, patin, lais, udang galah, dll. Pada tahun 2013 produksi ikan di perairan umum sebesar 65.012,7 ton.
B. PERIKANAN BUDIDAYA
1. Budidaya Kolam
Potensi lahan budidaya ikan dalam kolam mencapai 39.558,3 ha, dimana dari luasan tersebut telah dimanfaatkan sebesar 538,1 ha. Produksi ikan budidaya kolam tahun 2013 sebesar 37.157 ton, dimana sebanyak 21.485,2 ton berasal dari kabupaten Banjar. Jenis ikan yang banyak dibudidayakan dalam kolam, seperti patin, nila, mas, lele, gurami, betok dan gabus.

2. Budidaya Tambak
Kalimantan Selatan memiliki potensi tambak dengan luas lahan mencapai 84.998 ha. Dari luasan tersebut telah dimanfaatkan sebesar 16.457,1 ha. Kegiatan budidaya tambak menghasilkan komoditi seperti udang, bandeng dan kakap putih. Untuk komoditi udang, diusahakan untuk menghasilkan udang dari jenis udang windu.

3. Budidaya Karamba dan Jaring Apung
Budidaya ikan dalam karamba merupakan salah satu kegiatan budidaya yang banyak dikembangkan masyarakat Kalimantan Selatan mengingat potensi perairan umum yang cukup luas, yaitu sebesar 1.000.000 ha. Tingkat pemanfaatan lahan budidaya karamba di Kalimantan Selatan sebesar 87.699 m2 dengan produksi sebesar 26.915 ton.
Budidaya ikan dalam karamba di Kalimantan Selatan berkembang pesat di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong dan Banjar. Sedangkan untuk budidaya jaring apung berkembang pesat di Kabupaten Banjar. Adapun jenis ikan yang banyak dibudidayakan antara lain betok, gabus, nila, mas dan patin.
 
4. Budidaya Laut
Potensi lahan budidaya laut di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 8.905 ha. Dari luasan tersebut telah dimanfaatkan sebesar 123 ha atau sebesar 1,38% dengan produksi sebesar 2.426, 2 ton. Budidaya laut sebagian besar dilakukan di Kabupaten Kotabaru, seperti karamba jaring apung (KJA), rumput laut dan tiram mutiara. Untuk komoditas yang dibudidayakan dalam KJA antara lain ikan kerapu dan teripang.

C. KAWASAN MINAPOLITAN
Minapolitan adalah konsepsi pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan berbasis kawasan berdasarkan prinsip-prinsip terintegrasi, efisiensi, berkualitas dan percepatan (akselerasi). Minapolitan diterapkan pada komoditas unggulan dan Kalimantan Selatan merupakan salah satu provinsi percontohan klaster minapolitan. Tiga lokasi yang ditetapkan sebagai kawasan minapolitan adalah Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Utara.
Pengembangan kawasan minapolitan telah mendorong peningkatan produksi perikanan secara signifikan di Kalimantan Selatan. Kawasan minapolitan merupakan tempat budidaya ikan dari hulu sampai hilir, dimana ikan-ikan mulai tahap pembenihan, pembesaran, panen serta pemasaran dilakukan di satu tempat.
Kabupaten Banjar tepatnya di kecamatan Cindai Alus merupakan salah satu kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya dengan komoditas utama adalah patin. Dalam satu hari, kawasan minapolitan Cindai Alus mampu menghasilkan 35 – 40 ton patin

untuk dipasarkan ke kabupaten/kota di Kalimantan Selatan bahkan hingga ke Kalimantan Timur dan Tengah.
Untuk keperluan benih, terdapat pabrik pakan mandiri di kawasan ini. Hal ini turut mendukung Gerakan Pakan Mandiri (GERPARI) yang telah dicanangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk diterapkan di kawasan minapolitan. Pabrik pakan tersebut mampu memproduksi 5 ton pakan setiap hari secara rutin.
Di kawasan minapolitan Cindai Alus terdapat Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang memiliki fasilitas berupa air blast freezer berkapasitas 2 ton, cold storage yang mampu mendinginkan ikan sebanyak 2 ton serta ruang processing dan kelengkapannya. Selain UPI, juga terdapat kantor UPP/UPT, Pos Penyuluhan, Pos Pelayanan Ikan Terpadu (Posikandu) dan pabrik es mini.

D. PELUANG INVESTASI DI BIDANG PERIKANAN DAN KELAUTAN
1. Budidaya Kolam
Peluang investasi usaha budidaya kolam dengan potensi lahan yang mencapai 39.558,3 ha baru dimanfaatkan sebesar 538,1 ha, sehingga usaha budidaya kolam masih terbuka lebar untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan.

2. Budidaya Tambak
Peluang investasi usaha budidaya tambak dengan potensi lahan yang mencapai 84.998 ha baru dimanfaatkan sebesar 16.457,1 ha, sehingga usaha budidaya tambak masih terbuka lebar untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan. Lokasi budidaya dapat dilakukan di beberapa kabupaten, seperti Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala dan Banjar. Untuk jenis komoditi yang paling potensial untuk dikembangkan adalah udang windu. Hal ini berkaitan dengan harga yang relatif tinggi, pasar yang masih terbuka lebar, teknologi yang sudah dikuasai dan serangan penyakit yang sudah dapat diatasi.

3. Budidaya Karamba Jaring Apung (KJA)
Peluang investasi usaha budidaya karamba jaring apung (KJA) dengan potensi perairan yang mencapai 1.000.000 ha masih terbuka lebar untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan. Lokasi budidaya dapat dilakukan di beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan.


One of leading sector of South Kalimantan Province is fisheries and marine sector. South Kalimantan potential fisheries include 1,330 km coastline, 1,000,000 ha open water, 2,400 ha pond, 53,382 ha embankment and 3,752 ha paddyfield. South Kalimantan fisheries production in 2013 amounted 339,437.3 tons, consists of 241,704.2 tons of capture fishery and cultivation fishery amounted 97,733.1 tons. Production of capture fisheries in marine gives the greatest contribution to the development of fisheries and marine sector.
South Kalimantan fishery production in general still much absorbed in domestic demand resulted marketing efforts of fishery exports are still not well developed. For that, local governments continue to encourage an increase of fish production in various ways, such as providing training and procedures for fishing with environmentally friendly method, provide assistance in the form of fishing vessels, improving infrastructure and development facilities of processing marine products, so that the results obtained not only as raw material but processed products.
A. CAPTURE FISHERY
1. Catching in Marine
Capture fishery production resulting from catching in marine in 2013 amounted 176,691.4 tons. Catching fish in the sea only exist in Banjar Regency, Barito Kuala Regency, Tanah Laut Regency, Tanah Bumbu Regency and the biggest is in Kotabaru regency. Types of fish caught, such as squid, crab, tiger shrimp, snapper, grouper, manyung, etc.

2. Catching in Open Water
Result of catching in open waters (include rivers, lakes, reservoirs, swamps and technical irrigation channels) obtained some types of fish such as betok, gabus, nila, gold fish, baung, lele, swamp sepat, siam sepat, patin, lais, prawns, etc. In 2013 the production of fish in open waters amounted 65,012.7 tons.

B. CULTIVATION FISHERY
1. Pond Cultivation
Potential land for fish cultivation in pond reaches 39,558.3 Ha, where 538.1 Ha. Production of cultivated fish in ponds in 2013 amounted 37, 157 tons, which 21485.2 tons came from Banjar regency. Type of fish that cultivate in pond, such as patin, nila, gold fish, lele, gurame, betok and gabus.

2. Embankment Cultivation
South Kalimantan has embankment potency with total area of 84,998 Ha. From the total area has been utilized amounted 16,457.1 Ha. Embankment cultivation activities produce commodities such as shrimp, milkfish and white snapper. For shrimp commodity, focused to produce shrimp from the type of tiger shrimp.

3. Cages and Floating Net Cultivation
Fish cultivation in cages is one of cultivation activities developed by the people in South Kalimantan since South Kalimantan has quite spacious of open water potency amounted 1,000,000 Ha. Utilization land for cages cultivation in South Kalimantan amounted 87 699 m2 with production amounted 26, 915 tons.
Fish cultivation in cages in South Kalimantan rapidly growing in Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong and Banjar regencies. While for floating net cultivation rapidly growing in Banjar regency. Type of fish that is much cultivated is betok, gabus nila, gold fish and patin.

4. Sea Cultivation
Sea cultivation potential land in South Kalimantan province amounted 8,905 ha. Of the area has been utilized amounted 123 ha or 1.38% with production amounted 2,426.2 ton. Sea cultivation done in Kotabaru regency, like cage floating net, seaweed and pearl oyster. For commodity that cultivated in cage floating net such as grouper and sea cucumber.

C. MINAPOLITAN AREA
Minapolitan is regional based marine and fisheries economic development conception on the basis to the principles of integrated, efficiency, quality and acceleration. Minapolitan applied on selected commodities and South Kalimantan is one of the pilot provinces of minapolitan cluster. Three location were set up as minapolitan area are Banjar Regency, Hulu Sungai Selatan Regency and Hulu Sungai Utara Regency.
The development of minapolitan area has encouraged significantly an increase of fish production in South Kalimantan. Minapolitan area is a place for fish farming from upstream to downstream, where from the step of fish hatchery, enlargement, harvesting and marketing done in one place.
Banjar Regency exactly in Cindai Alus Sub-Regency is one of minapolitan area based on aquaculture with main commodities is patin. In one day, Cindai Alus minapolitan area able to produce 35-40 tons of patin to be marketed to regencies/cities in South Kalimantan and even up to East and Central Kalimantan.

For the purposes of seed, there are self-suppicient feed mills in this area. This is also supports the Movement of Self-Sufficient Feed which has been proclaimed by the Ministry of Maritime and Fisheries to be applied in minapolitan area. That feed mill is able to produce 5 tons of feed every day on regular basis.
In Cindai Alus minapolitan area there are Fish Processing Unit which had facilities such as air blast freezer with the capacity of 2 tons, cold storage which can cool the fish amounted 2 tons and processing room and completeness. Beside fish processing unit, there are also Technical Implementation Unit Office, Counseling Post, Service Integrated Fish Post and mini ice factory.

D. INVESTMENT OPPORTUNITIES IN FISHERIES AND MARINE
1. Pond Cultivation
Investment opportunities of ponds cultivation with potential land reached 39,558.3 ha only used by 538.1 ha so that pond cultivation still open to be developed in South Kalimantan. The location for pond cultivation still open to be developed in South Kalimantan. The location for pond cultivation can be done in all regencies/cities in South Kalimantan.

2.   Embankment Cultivation
Investment opportunities of embankment cultivation with potential land reached 84,998 ha only used by 16,457.1 ha so that embankment cultivation still open to be developed in South Kalimantan. The location for embankment cultivation can be done in several regencies, such as Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala and Banjar. For the commodity which is most potential to be developed is tiger shrimp. This is related to relatively high price, the market is still widely open, the technology has been mastered and the disease that can be solved.

3.   Floating Net Cage Cultivation
Investment opportunities of floating net cage cultivation with potential land reached 1,000,000 ha still open to be developed in South Kalimantan. The location for floating net cage cultivation can be done in several regencies in South Kalimantan.



Galeri

Data Potensi

Provinsi Kalimantan Selatan

Link Terkait



Link PDKPM


Buku Tamu

@JimmiNi

soXps6 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

heDuMc http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@Ghina

alhamdulillah tingkatkan terus informasi geografis kalimantan selatan agar dapat membantu dalam dunia pendidikan. love geografi.

@JimmiNi

rC0YGO http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

uY62ux http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

eyciUm http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

COlHvg http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

gictjh http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

BzffAr http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

E76LfB http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

m8UQdo http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

GJHBMu http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

N5sQTC http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

XgnM9W http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

zjT5tL http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

BuYURH http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

umiDGR http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

bxwRXj http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

6fH0nN http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNi

rFxOjh http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@piPiJEBSIiAAgI

LEzSgQ jrkgzzdxzyfk, [url=http://drallooubhes.com/]drallooubhes[/url], [link=http://cfpqznsjkqrs.com/]cfpqznsj

@pSQQsJLOycnlbWCUPqI

aEyaob pdyspxjyfqbq, [url=http://xyqgsmseoapk.com/]xyqgsmseoapk[/url], [link=http://bzxhnnhydncf.com/]bzxhnnhy

@JimmiNu

MMOy7z http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

3npnkt http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

VHRtED http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

A1jopJ http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

98dfDz http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

vHnAsz http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiNu

vRIZzW http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@EWRyQStSpnuBbhhexuJ

UF20pr tpnnpkgpsncz, [url=http://vjpyieaaajgb.com/]vjpyieaaajgb[/url], [link=http://zfkwdmgulmpc.com/]zfkwdmgu

@oDFBqRRlwLOOztQ

SjhF7O dtziyyeygsje, [url=http://luonisarbkdv.com/]luonisarbkdv[/url], [link=http://gurttzlybjoi.com/]gurttzly

@Barnypok

9aJLAl http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

cvD5nt http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

wSFAgX http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

Dk2kuq http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

6F1dT5 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

dYAgF5 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

v0B9Q7 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

VGrz0K http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

mCmawp http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

uZN63S http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

MU9IkV http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

N2JgqN http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

cjpUN0 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

YDs2f7 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

z1wBgq http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

Xk75aY http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

oqs3P5 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

CWjnMK http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

BAtcfc http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

PWROgn http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

A7JTKL http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

ryfNoV http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

BSDylb http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

qBMKhv http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

WY0Tsv http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

1DXhNn http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

RqYy1o http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

Sf1Rga http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

YW3ETg http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

35HOks http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

LaedBu http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

UJRjLB http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

HoYhp9 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

kPW7vO http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

jJj9u8 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

7Nx5no http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

ACzfIv http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

V2Hb33 http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

c11AEK http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

C6H7SX http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

Uqzdio http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

lTs7Zm http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

vEjiHB http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

Ap02Ss http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@JimmiXzSq

EBbHZW http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@khairunnisa

Assalamualaikum. Saya mahasiswi UMM, saya memerlukan data realisasi investasi perkab/kota di kalimantan selatan pada tahun 2011, krn tidak ada di da

@amalia

Saya memerlukan data investasi kalsel tahun 2015 2016 pak

@Putri dinar

selatan dari tahun 1999-2015 apakah bisa melalui email? saya memerlukan data tersebut pak. terima kasih

@Putri dinar

Selamat siang, saya putri dinar mahasiswi universitas gunadarma jakarta. Ingin bertanya jika ingin mendapatkan data realisasi PMA dan PMDN kalimantan

@Barnypok

YFOjsI http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

ddUsCH http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

xVqyOu http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

qMas7J http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

L7leIJ http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

hD3Iik http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

vBXv3H http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

TCitDy http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

zACscO http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

5hiZpK http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

EwHEZN http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

SExJUg http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

MDwTnL http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

R1FBqy http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

1uYO8o http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

OZthon http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

7Jqgmn http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

WGYEUg http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

5ZETlN http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@Barnypok

OmuNhM http://www.LnAJ7K8QSpkiStk3sLL0hQP6MO2wQ8gO.com

@hUQIkxxM

cr346467rhsvczxvmkaskoADKM FD453456YGFFFFdd bvu67i4yhgfdh

@Anggit Septiawan

Semoga BKPM Kalsel menciptakan lapangan kerja sebesar-besarnya untuk mengurangi angka pengangguran.

@JimmiXzSw

e3h63i http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

T1LSos http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

ACTBD1 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

GmWWEf http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

NQTiMu http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@JimmiXzSw

nMEUb1 http://www.FyLitCl7Pf7ojQdDUOLQOuaxTXbj5iNG.com

@Muhammad noor

Ulun pambakal desa sungai rangas tengah kec.martapura barat kab.banjar kalsel Desa uln telah menjadwalkan utk thn 2017 ini beberapa event/pestifal di

@nasrul

bisa dikirmin data statistik nya

@abi safari rahman

assalam mualaikum. saya mau tanya. bagaimana cara mendapatkan bantuan modal untuk petani kecil yang menanam jenis sayuran (seperti saya ini)?? sebab

@muhammad hanif

Bagaimana cara meminta bantuan modal bagi peternakan lele di kotabaru.? Terimakasih.

@BRENDA ELLYSE SANGARI

untuk daftar perusahaan karet yang ada di alimantan selatan ditambah 1 lagi, bertempat di batulicin kabupaten tanah bumbu. PT. Nusantara Batulicin pe

@H.bahrianor

Promosi kan terus potensi kalsel yang ada guna meningkatkan arus investasi dimasa yang akan datang selalu mendapat peningkatan

@M. Alpian Noor

Mudah-mudahan BKPMD menjadi Badan yang terbaik di Kalsel & menjadi contoh bagi Provinsi lain ^^

@Baihaqi

tolong informasikan berita terbaru

@Ferie Nunci

Semoga BKPMD mampu menjadi badan yang dapat menarik para investor untuk ber investasi di banua tercinta Kalimantan Selatan... :)

@nduaksan

welcome


Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi Kalimantan Selatan ©2015